Dalam sebulan terakhir penulis mendengar tiga orang yang memiliki kerinduan yang sangat dalam untuk mendatangi Israel. Memang sangat mengherankan bahwa di satu pihak banyak orang yang menantang habis-habisan dibukanya hubungan dengan negara Yahudi tersebut, tapi di sisi lain begitu banyak orang yang merindukan bisa datang ke Israel khususnya datang ke Jerusalem. Buku yang saya baca ini ditulis oleh wartawan Kompas Trias Kuncahyono dan diterbitkan oleh penerbit buku Kompas ini memang sangat menarik untuk dinikmati oleh karena di dalamnya banyak hal yang bisa kita tarik pelajaran dan khususnya sangat tepat kehadirannya di bumi Indonesia yang sangat beragam ini.
Jerusalem yang merupakan sebuah kota kuno yang memiliki sejarah panjang dan terekam dengan baik, mulai dari tulisan-tulisan yang ada di Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru maupun dalam sejarah modern yang menunjukkan betapa kota tersebut benar-benar memiliki perjalanan panjang yang memberi pengaruh kepada setiap penganut agama samawi yaitu Yahudi, Islam dan Kristen dalam memandang keberadaan kota tersebut. Sehingga kota Jerusalem tersebut selama ribuan tahun seperti menjadi sebuah magnet yang menyedot para penganut agama-agama yang sudah disebutkan di atas untuk datang dan berkunjung ke kota tersebut untuk datang dan bertemu dan berkomunikasi dengan Tuhan.
Sebenarnya dari segi agama khususnya agama-agama monoteistik yaitu Islam Kristen dan Yahudi, Jerusalem dianggap sebagai kota suci dan hal tersebut telah dibuktikan oleh para penduduk dan penganut agama yang bermukin di kota tersebut, dan hal inilah yang dilukiskan oleh Trias Kuncahyono, dan hal tersebut sebenarnya kota Jerusalem bisa menunjukkan kedamaiannya yang bisa dinyatakan kepada dunia. Namun karena kota tersebut bukan tempat tinggal para malaikat yang suci, tapi ditempati oleh para makhuk yang bernama manusia, maka nafsu-nafsu manusiapun juga punya peranan dalam perkembangan kota tersebut. Perjuangan politik dan agama tampaknya memberi pengaruh yang memberi warna tersendiri terhadap kota suci tersebut.
Kota damai yang seharusnya tercipta di kota tersebut, tapi dalam kenyataannya kita mendengar begitu sering kita mendengar adanya konflik yang tidak kunjung selesai.
Namun demikian buku setebal 315 + xxxix ini ingin mencoba memotret kota Jerusalem seakurat mungkin tanpa berusaha untuk memberi keberpihakan kepada agama-agama yang bertikai di dalanya itu memberi gambaran yang memberi arti penting untuk mengetahui lebih dalam dari berbagai sisi mengenai kota Jerusalem.
Buku-buku Lain:
1. The Bettle for Jerusalem, by Doore Gold
2. Al-Quds bayn Al-Yahudiyyah wa al-Islam by Dr. Muhammad Imarah
3. Al-Quds Qadhiyyat Kulli Muslim by Dr. Yusuf al Qaradhawi
4. Jerusalem: One City, Three Faiths by Karen Armstrong
5. Islamic Perspective by Carole Hillenbrand
6. Al Tahrir wa al Tanwir by, Syaikh Muhammad Thahir bin Asyur
1 komentar:
Saya ingin download secara gratis XRumer 7.0.10 Elite?
Kirimkan saya URL silakan!!!
Ini adalah program terbaik untuk massa posting di forum ! XRumer dapat mematahkan sebagian besar jenis captchas !
Poskan Komentar