Minggu, 14 Juni 2009

Perselingkuhan

Judul : An Affair of The Mind (Perselingkuhan Pikiran)
Pengarang : Laurie Hall
Penerbit : Cipta Olah Pustaka bekerjasama dengan Fokus Pada Keluarga (Focus on The Family)
Tahun : Bandung, 2001
Tebal : 378 halaman

==============================================================================================

Baru-baru ini diberitakan mengenai kabar bahwa bintang-bintang panas atau belasan pemain film porno di Amerika Serikat ternyata terinfeksi kuman HIV (Human Immunodeficiency Virus), yaitu firus penghancur kekebalan tubuh manusia yang kemudian menyebabkan terjadinya penyakit AIDS. Film-film yang mereka hasilkan memang tersebar di seantero dunia dengan berbagai adegan.

Buku yang diangkat pada posting ini tentu saja bukan berbicara mengenai mereka, tapi sebuah buku yang menurut saya menarik karena berisi tulisan sebuah pengalaman pahit dari seorang wanita atau lebih tepatnya seorang istri dai seorang lelaki yang kecanduan dengan melihat gadis-gadis cantik dengan telanjang baik melalui film maupun majalah porno mulai dari X sampai kepada XXX (atau ukuran berat ringannya sajian pornografi) tersebut.

Menurutnya, kecanduan itu dimulai dengan pandangan sekilas pada majalah yang memuat gambar wanita, tetapi berubah menjadi sesuatu yang jauh lebih tersembunyi dan membahayakan. Dimulai dengan softcore atau pornografi halus, dan lama-kelamaan mengarah kepada kunjungan berkala ke klab bugil dengan gadis telanjang, serta hubungan dengan wanita nakal (pelacur). Dan Laurie mengalami bagaimana dirinya berusaha untuk melindungi dirinya dan anak-anaknya dari pengaruh pornografi yang mengarah kepada penghancuran terhadap keluarga. Dalam kisahnya, Laurie baru mengetahui dengan jelas perihal kecanduan suaminya akan pornografi setelah lebih dari 18 tahun pernikahan mereka.

Tapi sebenarnya apa yang salah dengan pornografi? Istilahnya, wong orang yang menikmati gambar-gambar gadis belia, seksi dan erotis itu kan dinikmati sendiri? Katakanlah bila sebagai suami kan tidak ada yang dilukai, tidak ada yang terbunuh? Memang benar, tidak ada yang tewas dalam menyaksikan pornografi, tidak ada yang terluka, dan tidak ada tindakan pidana dalam hal tersebut.

Namun menurut Laurie, imajinasi yang ditimbulkan oleh pornografi termasuk pengalaman yang menyertainya itu akan terekam secara permanen dalam ingatan kita karena adanya hormon rasa ingin tahu yang dilepaskan ketika materi-materi pornografi itu dinikmati. Namun yang jelas,dalam faktanya, Laurie sudah mengalami sendiri bagaimana akibat kecanduan pornografi yang dialami oleh suaminya itu hampir-hampir merenggut keluarganya menuju kehancuran.

Bagaimana kisah selengkapnya? Buku ini memberi jawaban kesaksian yang sangat menegangkan, mengharukan dan sekaligus membuat iba kita. Jadi kalau Anda ingin tahu, silahkan Anda membacanya!

0 komentar: